Sampah yang berceceran di samping Gedung Rektorat pada Senin, 17 November 2025. Foto oleh Nizal/Badhar.

Bau Sampah yang Disembunyikan UNY

magang.ekspresionline.com–Sampah berserakan dan bau tidak sedap menghiasi salah satu tempat pembuangan sampah di lingkungan kampus. Pemandangan ini adalah yang terburuk semenjak kami memutuskan berkeliling kampus pada Senin (17/11/25). Kondisi tempat sampah di beberapa titik juga tidak lebih baik. Beberapa dalam kondisi pecah atau sudah memuat terlalu banyak sampah di dalamnya.

Ketika cuaca lembab dan panas, keadaaan menjadi lebih buruk. Tumpukan sampah yang tercampur memanggil serangga-serangga mendekat. Pintu yang menutup tempat sampah juga tidak dapat terbuka, terhalang sampah yang sudah bertebaran.

Tidak hanya di tempat sampah, suasana lokasi foodcourt setelah jam makan siang juga sama parahnya. Penampakan sampah bekas makan yang bertebaran di meja, sudah menjadi hal biasa-biasa saja.

UNY sudah banyak memiliki penghargaan dan diakui sebagai kampus yang besar di Indonesia. Anggota keluarga serta alumninya pun sudah bergerak mendorong kemajuan di berbagai bidang keilmuan dan sosial. Maka akan sangat mengecewakan jika UNY belum bisa memaksimalkan pengelolaan sampah di lingkungannya sendiri. Terlebih lagi, slogan “Kampus Hijau” seringkali berkibar berani di banyak umbul-umbul kampus.

Tidak sedikit pula upaya UNY dalam mengelola sampah di luar kampus. Berbagai inovasi untuk mengolah sampah terus bermunculan: daur ulang sampah, penggunaan eco enzyme, bahkan pengelolaan sampah dalam bidang digitalisasi. Sudah banyak individu yang terdorong untuk melakukan gerakan yang sama. Semua upaya itu tentu layak diberi apresiasi.

Namun, apa jadinya jika individu termotivasi tersebut mengetahui fakta justru UNY luput mengurus sampahnya sendiri. Mereka mungkin akan bertanya-tanya, “Bagaimana bisa sosok panutannya justru menyembunyikan sampahnya sendiri?”. 

Standar pengelolaan sampah yang dilakukan UNY sering kali hanya difokuskan pada lokasi yang terlihat. Beberapa tempat pembuangan sampah yang notabene masih dalam kawasan kampus, sering terlewat untuk bisa dievaluasi.

Perilaku ini juga tercermin ketika seorang mahasiswa masih berani membuang sampah sembarangan hanya berdasarkan suasana lokasi yang sepi. UNY mungkin berhasil menanam “bibit” peduli lingkungan di luar kampus, namun justru gagal merawat bibit miliknya sendiri.

Tempat sampah di depan auditorium dalam kondisi pecah dan penuh pada Senin, 17 November 2025. Foto oleh Nizal/Badhar
Tempat sampah di depan auditorium dalam kondisi pecah dan penuh pada Senin, 17 November 2025. Foto oleh Nizal/Badhar
Sampah yang tertinggal di Food Court UNY pada Rabu, 12 November 2025. Foto oleh Nizal/Badhar
Sampah yang tertinggal di Food Court UNY pada Rabu, 12 November 2025. Foto oleh Nizal/Badhar
Sampah yang tertinggal di Food Court UNY pada Rabu, 12 November 2025. Foto oleh Nizal/Badhar
Sampah yang tertinggal di Food Court UNY pada Rabu, 12 November 2025. Foto oleh Nizal/Badhar
Sampah yang tertinggal di Food Court UNY pada Rabu, 12 November 2025. Foto oleh Nizal/Badhar
Sampah yang tertinggal di Food Court UNY pada Rabu, 12 November 2025. Foto oleh Nizal/Badhar

 

Nizal Anisykurlillah

Editor: Claresta Ariqah

 

 

 

 


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *